Sabtu, 29 Oktober 2016

Dasar Dasar Kelistrikan Ch.1

Walaupun ilmu kelistrikan telah berperan sangat penting dalam dunia kita, fenomena listrik di alam seperti halilintar tidak dapat terpisahkan pada hidup manusia. Fenomena tersebut terus mengingatkan kita akan bahaya listrik. Pada saat yang sama, dapat jelas diketahui berapa tingkat penerimaan yang dibutuhkan dalam mempergunakan kekuatan ini untuk umat manusia.


Secara besar fenomena elektrik telah diketahui sejak lama. Yunani kuno telah mengetahui, bahwa substansi cahaya, seperti rambut, bulu, dan fiber dapat ditarik oleh sebuah amber yang telah digosok dengan kain. Pada tingkat pengetahuan yang ada saat itu, fenomena ini hanya dapat diinterpretasikan sebagai manifestasi sihir. Satu konsep yang berhubungan dengan fenomena ini berasal dari periode ini, yaitu kata Yunani untuk amber adalah Elektron.



Gambar 1.1 Demonstrasi sebuah mesin elektrifikasi (awal abad 19). Listrik diproduksi dengan gesekan pada bola sulfur

Gambar 1.2 Eksperimen galvani dengan “listrik hewan” (1791)



Listrik diproduksi oleh gesekan yang setelah itu ditemukan juga dengan bahan lain. Pada awalnya, penggunaannya selalu dilarang untuk dipertunjukkan. Sampai akhir abad 18, ada demonstrasi khusus yangmana dapat “menghasilkan listrik” (gambar 1.1)

Berbeda dari praktek tersebut, beberapa fenomena diinvestasikan dengan lebih dalam. Eksperimen dengan kaki kodok dibawakan oleh Aloisio Luig Galvani, sebagai contoh, pengembangan sel listrik pertama kalinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar