Walaupun ilmu kelistrikan telah
berperan sangat penting dalam dunia kita, fenomena listrik di alam seperti
halilintar tidak dapat terpisahkan pada hidup manusia. Fenomena tersebut terus
mengingatkan kita akan bahaya listrik. Pada saat yang sama, dapat jelas
diketahui berapa tingkat penerimaan yang dibutuhkan dalam mempergunakan
kekuatan ini untuk umat manusia.
Secara besar fenomena elektrik
telah diketahui sejak lama. Yunani kuno telah mengetahui, bahwa substansi
cahaya, seperti rambut, bulu, dan fiber dapat ditarik oleh sebuah amber yang
telah digosok dengan kain. Pada tingkat pengetahuan yang ada saat itu, fenomena
ini hanya dapat diinterpretasikan sebagai manifestasi sihir. Satu konsep yang
berhubungan dengan fenomena ini berasal dari periode ini, yaitu kata Yunani
untuk amber adalah Elektron.
![]() |
Gambar 1.1 Demonstrasi
sebuah mesin elektrifikasi (awal abad 19). Listrik diproduksi dengan gesekan
pada bola sulfur
|
![]() |
Gambar 1.2 Eksperimen galvani dengan
“listrik hewan” (1791)
|
Listrik diproduksi oleh gesekan
yang setelah itu ditemukan juga dengan bahan lain. Pada awalnya, penggunaannya
selalu dilarang untuk dipertunjukkan. Sampai akhir abad 18, ada demonstrasi
khusus yangmana dapat “menghasilkan listrik” (gambar 1.1)
Berbeda dari praktek tersebut,
beberapa fenomena diinvestasikan dengan lebih dalam. Eksperimen dengan kaki
kodok dibawakan oleh Aloisio Luig Galvani, sebagai contoh, pengembangan sel
listrik pertama kalinya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar